Pariwisata Bali Akan Di Buka | Akankah Ada Turis Yang Berlibur?


Masyarakat bali sangat menanti - nantikan dibukanya pariwisata bali pada bulan juli mendatang. Hal ini di sebabkan karena masyarakat bagi sebagian besar berprofesi di bidang pariwisata.

Sudah setahun lebih pariwisata bali di tutup karena adanya pandemi covid 19 yang menyebabkan bali menjadi kota mati di beberapa wilayah pariwisata seperti Kuta, Ubud, Nusa Dua, Jimbaran dan beberapa kabupaten lainnya.

Berdasarkan informasi dari Ahli Virologi dari Universitas Udayana Bali, Prof Dr I Gusti Ngurah Kade Mahardika, Untuk bisa membuka pariwisata internasional di bali, pemerintah bali harus memvaksin setidaknya 70% dari total populasi penduduk bali saat ini. 

70% persen itu mencangkup kelompok - kelompok yang beresiko seperti anak berusia 18 tahun ke atas, Pelaku pariwisata serta lansia. dan kelompok - kelompok social aktif seperti mahasiswa dan anak - anak SMA.

Pemerintah bali juga akan menyiapkan dan memproritaskan test PCR untuk kedatangan turis mancanegara dan tidak bisa di gantikan dengan test Rapid Antigen, Test Rapid Antibody maupun Tes Genose yang memiliki keakuratan di bawah 80%.

Pertanyaan Umum.  

Jika nanti pada bulan juli mendatang pariwisata bali benar dibuka, Apakah ada turis mancanegara yang berlibur kebali?

Pertanyaan tersebut banyak dibicarakan di kalangan masyarakat. Salah satu hal yang menyebabkab adalah karena negara lain juga sedang mengalami pandemi dan mengharuskan membawa surat - surat kesehatan dan menjalani beberapa test agar bisa keluar dari wilayah masing - masing dan tentunya dengan tambahan biaya extra yang besar.

Jawaban. 

Sebagai contoh, berdasarkan survey dari Mbok Niluh Djelantik salah satu orang yang berpengaruh di bali, Wisatawan asing terbanyak yang datang ke Indonesia berasal dari Negara :

1. Malaysia
2. Tiongkok
3. Singapura
4. Australia
5. Timor Leste
6. India
7. Jepang
8. Amerika Serikat
9. Inggris
10. Korea Selatan

Misalnya border Indonesia dibuka, otomatis semua airport internasional dibuka oleh pemerintah. Lalu kita pakai aturan yang sedang berlaku di salah satu negara di atas :

Misalnya : WN Australia, bekerja di Australia.  Lalu ada rencana liburan ke Bali. Let’s say 2 minggu. Dia berangkat bersama 5 orang sahabatnya.

  • 1 Juli tiba di Jakarta. Karantina 5 hari ( biaya sendiri )
  • 7 Juli berangkat ke Bali
  • 7-20 Juli liburan
  • 21 Juli pulang kembali ke negaranya
  • 21 Juli-14 Agustus wajib karantina 14 hari. Biaya sekitar Rp. 30 juta ( biaya sendiri )
  • Total hari 35 hari.

Jikalaupun Indonesia dibuka untuk pariwisata. Situasi diatas harus dihadapi oleh turis setiap pulang kembali ke negaranya.

Suatu biaya tambahan yang cukup besar yang harus dikeluarkan jika ingin liburan ke bali. Selain biaya tambahan yang tinggi waktu liburan para turis asing juga semakin singkat karena harus di potong karantina mandiri.

Jika proses karantina dan beberapa test corona dihilangkan mungkin saja turis asing di bali akan membludak tapi dampaknya adalah tingginya angka positif virus corona di bali yang akan menjadikan bali sebagai zona merah lagi.