Amankah Vaksin Astrazeneca Yang Di Bali??

Dilansir Dewatadotcom, Penerimaan vaksin covid 19 di bali sangat pesat dan cepat, ini bentuk dari bantuan pemerintah agar bagi cepat pulih. Bali merupakan daerah international karena wisatawan asing terbanyak di indonesia berada di bali dan sebagian besar profesi warga bali adalah pariwisata.

Beberapa waktu lalu tepatnya di Jakarta Timur, seorang pria meninggal usai de vaksin Astrazeneca, berdasarkan temuan KIPI ( Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi ). KIPI juga tidak bisa memastikan apakah pria di jakarta timur tersebut meninggal karena vaksin covid 19 atau ada hal lain yang menyertai.

Menurut Prof Hindra, dari BPOM ( Badan Pengawas dan Obat Terlarang ) saat ini melakukan uji steril terhadap vaksin covid 19 Astrazeneca yang digunakan guna memastikan tidak ada kandungan zat berbahaya di dalam nya.

Pemerintah baru - baru menghentikan vaksin Astrazeneca dengan Batch CTMAV437, Sedangkan bali sudah menerima vaksin Covid 19 dengan batch CTMAV514, CTMAV516, CTMAV539, and CTMAV544 "kata Ketut Suarjaya".

Ketut Suarjaya juga mengkonfirmasi kalau penerimaan vaksin covid 19 Astrazeneca diluar dari Batch CTMAV473. Jadi bali belum menerima vaksin Covid 19 dengan kode batch tersebut. Sehingga proses vaksinasi covid 19 dengan nama vaksin Astrazeneca tetap di lanjutkan.

Bali adalah pulau pertama yang menerima vaksin Astrazeneca di indonesia, dan sudah sebagian masyarakat bali sudah melakukan vaksinasi covid 19. Hal ini juga di barengi dengan pembukaan beberapa wilayah pariwisata sudah menjadi zona hijau seperti Ubud, Nusa dua dan Sanur pada maret lalu.

Saat ini  Bali belum menerima report dari masyarakat yang terkena effect berat sampai meninggal dari vaksinasi covid 19.