3 Makna Suci Gerhana Bulan Total 195 Tahun Sekali



Gerhana bulan yang muncul tepat pada hari Rabu 26 Mei 2021 bertepatan dengan beberapa hari suci lainnya. Gerhana bulan total ini terjadi karena adanya posisi sejajar antara Matahari, Bulan dan Bumi. 

Fase gerhana bulan total hari ini terjadi sekitar 18 menit, dimulai dari pukul 18.11 WIB. Bulan akan terlihat berwarna kemerahan karena efek dari cahaya matahari.

Gerhana bulan total hari ini sangatlah special karena bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi sehingga bulan akan terlihat lebih besar dari biasanya. 

Di bali terjadinya gerhana bulan total dibarengi dengan bertepatan upacara suci keagamaan memiliki makna yang tersendiri. Momen suci gerhana bulan total ini terjadi 195 tahun sekali.

Tiga momen suci pada hari ini: 

1. Hari lahirnya pangeran Siddhārta (Waisak)
2. Pūrṇamā Sasih Sada
3. Gerhana Bulan (Candra Grahaṇa) 

Hari ini adalah hari penuh bertuah bagi keberagaman umat manusia. Saat saudara Buddhis kita melaksanakan ibadah Waisak, umat Hindu Bali melaksanakan ibadah Rahinan Pūrṇamā dan umat Muslim melaksanakan Shalat Gerhana Bulan. 

अहं हि सर्वयज्ञानां भोक्ता च प्रभुरेव च ।
न तु मामभिजानन्ति तत्त्वेनातश्‍च्‍यवन्ति ते ॥ २४ ॥ 

"AKU SESUNGGUHNYA ADALAH PENIKMAT DAN PENGUASA SEGALA KURBAN PERSEMBAHAN, TETAPI MEREKA TIDAK MENGETAHUI AKU DAN SIFATKU YANG SEJATI; KARENA ITU MEREKA GAGAL DAN JATUH KEMBALI LAGI." 

— Bhagavad Gītā (9.24) 

______________________________ 

1. Buddha Purṇimā (Waisak) 

Hari kemunculan pangeran Siddhārta (Buddha Śākyamuni) ke dunia. Beberapa umat Hindu memandang Sang Buddha adalah avatāra Viṣṇu yang menyebarkan ajaran cinta kasih kedunia. 

2. Purnama

Dalam Lontar Sundarigama, hari ini umat Hindu memuja penguasa bulan yaitu Sang Hyang Soma. Soma adalah salah satu nama Tuhan di dalam Viṣṇu Sahasranāma (1000 Nama Suci Nārāyaṇa), Soma yang berarti "Dia yang memberikan nektar". Soma juga dapat tertuju pada kepribadian penguasa bulan itu sendiri yaitu dewa Candra, putra Ṛṣi Attri. Dalam Śiwāgama, Soma tertuju pada Śiva dan Umā yaitu Ardhanareśvara (Tuhan non-ganda), dan Someśvara adalah gelar bagi Śiva sebagai penguasa bulan. 

3. Gerhana Bulan 

Gerhana Bulan adalah momen Kāla Rahu memenggal bulan, pada saat yang demikian dinamakan prawesa atau kena bencana. Rahu dan ketu masing-masing adalah simpul bulan Utara dan simpul Bulan Selatan. Rahu dan Ketu adalah fenomena dan bukan entitas. Mereka adalah arah dan garis, bukan objek atau titik.

Dalam lontar Sundarigama menyatakan pada saat gerhana Bulan umat hendaknya melakukan sembah bhakti.